Sinopsis Putri Biru Episode 37 Jumat 9 September 2016

Sinopsis Putri Biru Episode 37 Jumat 9 September 2016 – Nanditi langsung terduduk lemas sambil menangis mendengar cerita vardhaan.

Nandita lalu berkata dengan penuh dendam bahwa kalpana merasa sangat terhina karenanya dan aku ingin balas dendam dengan membunuh malay.

Nanditi lalu mengajak vardhaan untuk bertemu malay dan menceritakan semuanya tetapi vardhaan tidak mau dan vardhaan juga berkata jika malay masih berada dalam pengaruh apu dan kalpana dan mereka tidak boleh gegabah.

Baca Juga: Sinopsis Putri Biru Episode 36 Kamis 8 September 2016

Renu lalu membenarkan perkataan putrinya dan berkata nandita juga harus memakai sebuah permainan untuk melawan apu dan juga kalpana.


Bila berkenan silahkan share postingan ini ke akun sosial media anda seperti facebook, twitter, dan G+. Supaya artikel yang akan kami sajikan kedepannya akan semakin berkualitas dan nyaman untuk di baca yang sudah di persembahkan oleh Kumpulan Sinopsis Terbaru. Bila anda ingin melihat daftar isi dari kumpulan sinopsis yang telah di sajikan oleh kami maka silahkan anda baca di sini ya > Daftar isi. Di tunggu komentarnya untuk cerita sinopsis dari kami ini.
sinopsis-putri-biru-episode-37-jumat-9-september-2016

sinopsis-putri-biru-episode-37-jumat-9-september-2016

Vardhaan berkata jika mereka tidak dapat mengatakan pada malay sebab belum punya bukti dan mereka harus menunggu sampai kalpana dan apu membuat kesalahana sebelum pertunangan.

Renu lalu setuju dengan perkataan vardhaan dan berkata harus menangkap basah kalpana serta apu lalu memperlihatkannya pada malay.

Sementara kumkum khawatir tentang sesuatu dan nandita juga mengatakan sesuatu dan cemas lalu meminta renu untuk menyelamatkan hidup malay dan renu menenangkan nandita.

Sementara malay sedang sibuk dengan persiapan pertunangannya dan nandita melihatnya dari kejauhan lalu menghampiri malay dengan wajah penuh kesedihan.

Malay lalu bicara sesuatu pada renu dan juga vardhaan dan kumkum yang menjawab, renu lalu berkata sedang mencari seorang lelaki untuk vardhaab.

Sambil bercanda malay berkata jika vardhaan membutuhkan seorang lelaki pemadam kebakaran lalu ia kembali melanjutkan mengatur persiapan pertunangannya.

Vardhaan lalu mendekati malay dan mengatakan sesuatu dan malay memandangi vardhaan sambil berjalan mendekatinya secara perlahan dan vardhan ingin pergi tetapi malay menahan tangannya dan berkata sesuatu lalu pergi.

Sementara apu sedang berada didalam kamarnya dan memakai gelangnya sambil termenung mengingat seluruh sikap malay yang kasar belakangan ini.

Apu lalu memaksa untuk memakai gelangnya dan gelang tersebut patah dan tangan apu terluka, darah apu lalu menetes pada sprei dan sprei tersebut langsung terbakar.

Apu kaget dan memanggil ibunya lalu kalpana datang dengan tapur dan kaget melihat apu, kalpana lalu meminta tapur untuk pergi lalu masuk menemui apu dan kalpana segera mengobati tangan apu yang terluka sambil bicara dengan apu.

Sedangkan renu sedang memandangi vardhaan dan ia tahuj jika vardhaan cinta dengan malay dan mencoba melakukan yang terbaik untuk malay.

Vardhaan lalu menatap ibunya dengan muka yang cemberut sambil bertanya sesuatu dan mereka kemudian bicara.

Vardhaan lalu melihat kearah jendela dan kalpana terlihat tergesa – gesa keluar dari rumahnya dan vardhaan mengatakan pada ibunya, lalu renu segera mengajak vardhaan untuk mengikuti kalpana namun vardhaan tidak mau dan mengatakan sesuatu.

Kumkum dan renu lalu mengikuti kalpana dan kalpana merasa seperti ada yang sedang mengikutinya lalu segera membalikkan badan namun kumkum dan renu sudah sembunyi.

Kalppana lalu kembali berjalan dan bertemu dengan seorang lelaki muda dan kumkum serta renu masih mengikutinya namun akhirnya kehilangan jejak dan membuat mereka bingung.

Vardhaan sedang mencari seseorang yang dianggapnya mencurigikan dan ia melihat ada lelaki yang sedang membawa gunting sedang menuju ke kamar malay dan langsung mengikutinya.

Tidak lama kemudian terdengar teriakan dari dalam kamar malay dan vardhaan segera ke kamar malay lalu melihat lelaki tadi ternyata seorang penjahit yang sedang mengukur baju untuk malay.

Malay merasa ada yang sedang mengintipnya lalu mencoba untuk mencarinya dan vardhaan langsung bersembunyi.

Nandita dan vardhaan sedang memperhatikan tamu satu persatu dan seseorang memanggil nandita lalu nandita segera pergi mengikutinya.

Vardhaan masih terus memperhatikan tamu dan curiga pada seorang lelaki yang sedang menelepon dengan serius, namun kecurigaan vardhaan tidaklah beralasan.

Vardhaan lalu melihat pelayan yang sedang membawa makanan dan menegurnya untuk memakai tanda pengenal, nandita kemudian menghampiri vardhaan dan berkata sesuatu.

Sedangkan apu menemui nilanjana dan berkata jika hari itu adalah malam terakhir bagi malay mittal dan apu juga meminta restu pada ibunya.

Apu kemudian teringat akan semua perkataan kalpana dan neneknya lalu ia mendengar sang nenek memanggilnya.

Nenek kemudian turub dan membawa apu untuk pergi dan apu pergi sambil terus menatap nilanjana.

Sinopsis Putri Biru Episode 37 Jumat 9 September 2016 | derozari | 4.5
Shares
error: Content is protected !!