Sinopsis Beintehaa Episode 235

Sinopsis Beintehaa Episode 235 – Setelah sebelumnya kumpulansinopsis.net berbagi sinopsis Beintehaa episode 234, kini akan berlanjut ke episode berikutnya yakni episode 235, silahkan disimak dibawah ini.

Baca Juga: Sinopsis Beintehaa Episode 234

Zain ternyata lolos dan tidak tertembak oleh polisi, lalu Aaliya dan Surayya datang dengan mobil dan mereka melihat Zain lalu meminta Zain untuk datang dengan cepat dan Zain langsung masuk ke dalam mobil.

Zain kemudian bertanya kenapa mereka melakukan ini untuknya dan Surayya berkata bagaiman mereka berhasil lewati ini semua dan ia mengirim Tiffin ke dalam tahanan dan memberinya pesan.

Pria itu ditujukan untuk Zain dan menjalankan rencana ini agar kamu bisa lolos dan Zain pun tersenyum senang.


Bila berkenan silahkan share postingan ini ke akun sosial media anda seperti facebook, twitter, dan G+. Supaya artikel yang akan kami sajikan kedepannya akan semakin berkualitas dan nyaman untuk di baca yang sudah di persembahkan oleh Kumpulan Sinopsis Terbaru. Bila anda ingin melihat daftar isi dari kumpulan sinopsis yang telah di sajikan oleh kami maka silahkan anda baca di sini ya > Daftar isi. Di tunggu komentarnya untuk cerita sinopsis dari kami ini.

Mereka pun tiba di rumah dan Aaliya berkata agar dapat menemukan cara untuk Rocket. Zain kemudian berkata bagaimana mereka dapat tahu rencana yang Rocket buat dan bersama siapa.

Beintehaa Episode 235 KumpulanSinopsis.net

Beintehaa Episode 235 KumpulanSinopsis.net

Aaliya lalu bercerita tentan cara menemukan orang dan dia akan dihukum dan Surayya bertanya tentang apa rencananya dan Aaliya berkata agar dapat menemukan motif kenapa Rocket melakukan ini dan kemudian menyelesaikan masalah ini. Zain pun bertanya siapa yang akan mengatakan pada mereka dan Aaliya pun berkata bahwa Rocket yang akan mengatakannya sendiri DAN MEMBUAT zain serta surayya sangat kaget dan Aaliya menjelaskan bagaimana agar Rocket bisa bercerita tentang motifnya tersebut lalu setelah mereka mendengar rencana Aaliya, Zain dan Surayya pun menyetujuinya.

Aaliya kemudian menemui Rocket dan berpura – pura bersikap baik pada Rocket, sementara Rocket berpikir akan melakukan segala cara agar Aaliya terkesan padanya.

Aaliya juga berpikir bahwa Zain tidak melakukan apapun yang salah dan Rocket akan membohonginya.

Aaliya kemudian meletakkan tangannya di pundak Rocket dan membuat Rocket jadi sangat senang. Aaliya berkata bahwa ia akan membuat malam yang spesial dan mengingatkan Rocket tentang momen terakhirnya dengan Zain.

Aaliya juga bercerita tentang minum anggur dan menanyakan apa yang Rocket ingat. Rocket yang termakan oleh umpan kemudian berkata bahwa ia mengingatnya.

Mereka mulai minum dan Aaliya meminta Rocket agar mengatakan semua yang ada di hatinya dan Rocket berkata ia takut kehilangan seseorang dan gugup pada Aaliya. Aaliya kemudian menambahkan anggur pada Rocket dan Rocket berkata bahwa ia datang untuk meminta tanda tangan Aaliya untuk kertas properti dan Aaliya menanyakan tanda tangan itu.

Rocket berkata bahwa pada malam itu ia datang sebagai Zain dan Aaliya bertanya siapa yang mengirimnya lalu Rocket jatuh di tempat tidur dan Aaliya gagal tahu nama uang menyuruhnya.

Aaliya berkata pada Surayya bahwa ia sudah tahu banyak hal dan seseorang mengirim Rocket untuk mengambil tanda tangannya untuk sebuah kertas properti dan Surayya kaget mendengarnya. Aaliya berkata agar secepatnya dapat menemukan nama orang yang mengirim uang pada Rocket dan Surayya mempunyai sebuah rencana.

Aaliya kemudian datang ke kamar dan duduk dekat Rocket sambil membawa teh panas lalu mencelupkan jari Rocket ke dalam teh tersebut dan membuat Rocket terbangun dan Aaliya berpura – pura baik sambil menawarkan teh padanya.

Saat Aaliya mau pergi, Rocket menahannya dan meminta Aaliya untuk menghabiskan bulan madu bersamanya dan Aaliya berkata jika ia nakal dan berkata Surayya memanggilnya untuk kerja di dapur karena setiap malam akan ada pesta.

Aaliya kemudian meminta Rocket untuk sabar dan pergi meninggalkannya. Rocket melihat jam dan terkejut lalu pergi untuk memberikan kertas properti yang harus ditandatangani Aaliya karena Zarina hanya memberinya waktu sampai siang hari saja.

Shaziya menuang minyak di lantai utnuk membunuh bayi Nafisa dan Nafisa berjalan di lantai penuh minyak itu namun ternyata lolos dari minyak tersebut.

Saif datang untuk mengambil bolanya dan pergi dengan berlari lalu jatuh ke kolam renang dan Shaziya hanya terdiam lalu Nafisa segera menarik Saif dan menyelamatkannya.

Saif kemudian berkata ibu Nafisah menyelamatkanku dan Shaziya menjadi malu dan berkata kamu tidak akan dapat mengubah benci jadi cinta karena memang seperti itu hubungan kita. Kamu telah menyelamatkan anak saya dan Nafisah berkata tidak ada yang lebih penting dari seorang anak. Shaziya mengaku bahwa telah mencoba untuk menyakiti bayi Nafisah dan membuat Nafisah kaget. Sementara Fahad, Aaliya dan Surrayya mendengarkan percakapan mereka.

Sinopsis Beintehaa Episode 235 | Maressa Bernadetta Anastasya | 4.5
Shares
error: Content is protected !!